Motif Pembunuhan Pemuda di Kemiling Terungkap, Ternyata Dipicu Bully 

Ilo
Ilo | Hukum
oleh

BANDAR LAMPUNG– Polisi menahan dua pemuda yang menjadi pelaku penusukan yang menewaskan Reza Irawan (21)di Jalan Raden Imba Kusuma, Kecamatan Kemiling, Bandar Lampung.

Dari keterangan pelaku, penusukan itu ternyata sudah direncanakan. Itu dilakukan atas dasar dendam karena korban kerap melakukan perundungan dan penganiayaan (bullying) kepada adiknya.

Korban dan tersangka Rifki Novansyah (22) sendiri bertetangga di Telukbetung Selatan dan mengajak rekannya M. Amin, warga Telukbetung Timur, untuk melancarkan aksinya di lokasi yang aman.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra, mengatakan tersangka Rifki Novansyah merencanakan pembunuhan terhadap korban Reza.

“Tersangka mengajak temannya, M. Amin, untuk membunuh korban,” kata Dennis.

Kedua pelaku mengajak korban untuk nongkrong bareng dan mencari tempat yang aman untuk melancarkan pembunuhan.

Saat di lokasi kejadian, pelaku M. Amin memiting korban sedangkan tersangka Rifki mengeluarkan senjata tajam jenis badik hingga menusukkannya secara membabi buta.

“Ditikam di bagian dada dan lainnya. Korban sempat melawan, tetapi kalah jumlah dan pergi meminta bantuan warga sekitar,” katanya.

Warga pun sempat membawa korban ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong. Sedangkan kedua tersangka langsung kabur.

“Petugas yang melakukan penyelidikan langsung mengetahui identitas pelaku dan menggeledah rumah tersangka,” ujar dia.

Namun, kedua pelaku itu ternyata tidak berada di rumah. Untuk itu, petugas melakukan upaya persuasif sehingga pihak keluarga akhirnya menyerahkan tersangka.

Atas perbuatan itu, tersangka dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman seumur hidup.

Tersangka Rifki mengaku nekat membunuh tetangganya itu karena dendam atas ulah korban yang kerap membully adik kandungnya.Adiknya yang berjarak sembilan tahun dengan korban kerap mendapatkan tindakan bullying dengan cara dimasukkan ke dalam gerobak lalu ditendang. “Bulan lalu juga adik saya dipeluk kepalanya korban,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, seorang pemuda tewas bersimbah darah karena tikaman teman tongkrongannya.

Teknisi Forensik Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) Amri Tuah Manik mengatakan, tim menemukan enam luka tusukan di tubuh korban.

“Luka tusukan bagi dada sebelah kiri dua kali dan empat tusukan lainnya di bagian lengan kiri,” kata Amri. “Tidak ada luka lainnya selain itu,” tambahnya.(lpc)