Ratusan Rekening Panji Gumilang Disebut Mahfud MD Agak Mencurigakan

Ilo
Ilo | Nasional
oleh

JAKARTA – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang menelusuri 289 rekening terkait pimpinan pondok pesantren Al- Zaytun, .

Menko Polhukam menyebut transaksi di banyak rekening itu agak mencurigakan.

“Ini sekarang sedang dianalisis dari sudut PPATK. Apakah ada pencucian uang atau tidak, secepatnya,” kata Mahfud kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/7/2023).

Mahfud menyebut rekening itu masuk kategori agak mencurigakan. Karena itu, PPATK menganalisis rekening tersebut.

“Kalau agak mencurigakan makanya diambil oleh PPATK. Sekarang sedang diambil oleh PPATK, agak mencurigakan,” ucap Mahfud.

Selain itu, Mahfud mengungkapkan rekening terkait ada 289. Nama pemilik rekening itu, kata Mahfud, beda-beda, namun masih tetap ada unsur nama Panji Gumilang.

“Ya memang. 256 rekening atas nama Abu Toto Panji Gumilang, Abdu Salam Panji Gumilang, nama di itu ada 6. Ada Abu Toto, ada Panji Gumilang, ada Abu Salam, pokoknya 6 lah,” ujar Mahfud

“Dan dari situ dari 256 rekening atas nama dia, dan 33 rekening atas nama institusi. Jadi 289,” imbuh Mahfud.

Sebelumnya, Pemerintah memutuskan untuk belum mencabut izin Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun di Kabupaten , .

“Belum ada keputusan sampai ke situ. Kami (pemerintah, red) belum sejauh itu untuk memutuskan,” ucap .

Menteri asal Madura itu menjelaskan sebelumnya memang sudah ada diskusi tentang opsi menutup izin Ponpes Al Zaytun pimpinan Panji Gumilang.

“Namun, kami tidak memutuskan hal yang seperti itu,” ucap .

Mahfud MD menutuskan pemerintah juga masih menampung usulan Gubernur (Jabar) untuk membekukan izin Pondok Pesantren Al Zaytun.

Menurut Mahfud MD, usulan dari gubernur yang karib disapa Kang Emil tersebut adalah hal bagus. “Sebab, beliau yang tahu di daerah. Beliau tahu di lapangan ,” ujar Mahfud MD.

Meski begitu, Pemerintah masih melihat lebih jauh dan menyeluruh. Sebab, pembekuan berimplikasi buruk pada wilayah lain.

Namun, pemerintah memutuskan berdasarkan efeknya di Indonesia. “Satu daerah begini, daerah lain kok tidak? Kami seperti helikopter di atas melihat ke bawah,” kata dia. (dtc)