KPK Bongkar Kejanggalan Harta Kadinkes Lampung Reihana, Pekan Depan Dipanggil Lagi

Ilo
Ilo | Politik
oleh
reihana (foto sindonews)

JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap sejumlah kejanggalan dari harta Kadinkes Lampung, Reihana

KPK menilai harta Reihana yang hanya tercatat Rp 2,7 miliar di LHKPN terbaru dianggap KPK tak wajar karena yang bersangkutan telah menjabat sebagai Kadinkes Lampung selama 14 tahun.

Dari hasil peneriksaan beberapa hari lalu, KPK mengungkapkan ada ketidaksesuaian keterangan Reihana dengan LHKPN. Ada kesan juga Reihana ingin buang badan

“Karena yang kemarin dia ternyata LHKPN-nya dibikin sama stafnya makanya lima tahun jumlahnya nggak berubah dia nggak tahu,” kata Deputi Pencegahan KPK Pahala Nainggolan.

Pahala mengaku KPK tidak mempersoalkan dalih yang digunakan Reihana. Menurutnya, KPK fokus pada kekayaan Reihana yang dinilai tidak sesuai dengan profil dan jabatan yang diembannya.

“Kalau tanggung jawab mah tetap yang namanya. Yang ngisi siapa nggak penting dan salah juga. Tapi akibatnya begitu kita tanya, ini kita dapat informasi kenapa bankmu nggak diisi, ‘oh itu staf saya yang isi’. Kenapa kamu nggak ada penambahan harta? Padahal kalau dilihat dari penerimaannya dan pengeluarannya kan, ‘oh itu staf saya yang isi’,” jelas Pahala.

“Jadi kalau ditanya staf saya, staf saya. Jadi ngisi stafnya itu bukan soal siapa yang ngisi tapi dia jadi lepas tanggung jawab,” tambahnya.

Pahala mengatakan Reihana akan kembali dipanggil untuk klarifikasi LHKPN pada pekan depan. Dia mengatakan klarifikasi diperlukan agar LHKPN Reihana berisi data harta terbaru.

Pahala menyebut KPK telah mengantongi data perbankan Reihana. Menurutnya, Reihana memiliki enam rekening bank, tapi hanya satu yang dilaporkan dalam LHKPN.

“Ada enam (rekening bank). Yang dilaporin satu,” kata Pahala di gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Rabu (10/5).

Data perbankan dari enam rekening milik Reihana kini telah dikantongi KPK. Kadinkes Lampung itu bakal dipanggil lagi untuk diklarifikasi mengenai asal usul kekayaannya pada pekan depan

Pahala mengatakan Reihana juga pernah diklarifikasi terkait LHKPN pada 2021. Saat itu, KPK menemukan Reihana tidak jujur dalam melaporkan kepemilikan rekening bank.

“Begitu ramai saya tanya, ini pernah (diklarifikasi) pas 2021. Lalu hasilnya apa? Nggak ada. Baru kita tahu banknya kok nggak dilaporin yang lima. Sekarang nggak dilaporin lagi,” ujar Pahala.

Dua tahun berselang, Reihana kembali menjalani klarifikasi LHKPN. Pahala mengatakan tidak ada perbaikan yang dilakukan Reihana terkait pelaporan data kekayaannya.

“Bukan nggak sesuai tapi nggak diperbaiki dan sekarang karena viral kena lagi. Makanya kami sekarang lebih serius lagi,” katanya. (Bec)