Merasa Tidak Dihargai, Eks Kasat Narkoba Gabung Jaringan Fredy Pratama: Cari Duit Sendiri untuk Masa Depan

Ilo
Ilo | Hukum
oleh

LAMPUNG – Eks Kasat Polres Lampung Selatan AKP Andri Gustami sedikitnya susah menerima uang hingga Rp1,2 miliar dari tugas khususnya mengawal kiriman sabu-sabu jaringan di Pelabuhan Bakauheni.

Hal itu terungkap dalam sidang dakwaan di Pengadilan Negeri (PN) kelas 1 Tanjungkarang, Bandar Lampung, Senin (23/10/2023).

Dalam dakwaannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Eka Oktarini membeberkan, semula Andri Gustami minta jatah senilai Rp15 juta untuk 1 kilogram sabu yang berhasil diseberangkan ke Pulau Jawa.

Baca Juga  Jenazah yang Hanyut di Sungai Panjang itu Ternyata Sopir Truk Fuso

Kemudian, jaringan melalui orang dekatnya yang disebut bernama Rivaldo melakukan penawaran. Dan akhirnya disepakati upah sebesar Rp8 juta perkilogram.

Andri Gustami mengenal Rivaldo dari seseorang berinisial BNB. Dan kemudian keduanya intens berkomunikasi melalui aplikasi BBM (BlackBerry Mesengger).

Pengawalan dilakukan AKP Andri Gustami sejak bulan Mei hingga Juni 2023. Dari dua bulan itu, ia meloloskan 8 kali pengiriman, dengan total sabu sebanyak 150 kg.

Baca Juga  Kereta Tabrak Bus, 4 Tewas dan Belasan Luka-luka, PT KAI: Sudah Diklakson Berulang

Secara total, Andri telah menerima upah dengan jumlah sebesar Rp1.220.000.000 dan uang sebesar Rp120.000.000.

Dalam sidang diungkapkan, AKP Andri Gustami nekat terlibat dalam jaringan karena merasa tidak dihargai kerja kerasnya oleh pimpinan.

Selama setahun menjadi Kasat , ia mengklaim sudah berhasil mengungkap sejumlah kasus besar. Namun ia merasa tidak mendapat penghargaan atas jerih payahnya.

Baca Juga  Ada Dua Pemandu Lagu yang Ditemui Remaja Usai Bunuh Polisi di Lampung Tengah 

Kecewa dengan itu, ia pun memutuskan untuk mencari uang sendiri dengan menjadi pengawal khusus di Bakauheni.

“”Mending cari uang sendiri untuk masa depan.”  (Bec)