Kabur Usai Divonis Korupsi, Mantan Direktur PT Lampung Jasa Utama Andi Jauhari Ditangkap

Ilo
Ilo | Hukum
oleh

BANDAR LAMPUNG – Kejaksaan akhirnya berhasil menangkap mantan Direktur PT Lampung Jasa Utama (PT LJU), Andi Jauhari Yusuf (56).

Andi sebelumnya telah dijatuhi vonis oleh Pengadilan Tipikor Tanjung Karang dalam persidangan in absentia pada April 2022 lalu. Namun setelah itu ia menghilang dan dinyatakan buron.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Ketut Sumedana mengatakan, terpidana Andi Jauhari ditangkap pada Jumat (13/10/2023) sekitar pukul 12.35 WIB.

Terpidana kasus korupsi modal PT LJU itu ditangkap di Perumahan Taman Kenari Nusantara, Kabupaten Bogor.

Baca Juga  Ada Dua Pemandu Lagu yang Ditemui Remaja Usai Bunuh Polisi di Lampung Tengah 

“Terpidana Andi Jauhari Yusuf terbukti telah melakukan pemanfaatan terhadap sisa dana penyertaan modal yang diterima oleh PT Lampung Jasa Utama pada tahun 2016,” kata Ketut dalam keterangan tertulis.

Persidangan atas perkara ini dilakukan dengan sistem in absentia (tanpa kehadiran terdakwa) karena ketika sudah bergulir di pengadilan, Andi Jauhari menghilang tanpa jejak. Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, sisa dana modal milik perusahaan sebesar Rp 1,125 miliar ditilep oleh terpidana.

Baca Juga  Kereta Tabrak Bus, 4 Tewas dan Belasan Luka-luka, PT KAI: Sudah Diklakson Berulang

Modus penilepan sisa dana modal itu yakni dengan membuat proyek fiktif di Sekretariat MPR/DPR.

“Namun proyek ini hanya akal-akalan terpidana agar bisa mengambil uang yang seharusnya diperuntukkan sebagai kas perusahaan,” katanya.

Oleh Pengadilan Tipikor Tanjung Karang, Andi Jauhari divonis selama enam tahun penjara dan denda sebesar Rp 350 juta subsider 4 bulan kurungan.

Andi Jauhari juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 1,125 miliar subsider 3 tahun penjara. Dalam perkara ini terpidana Andi Jauhari juga disebut bekerja sama dengan Direktur PT Raja Kuasa Nusantara Alex Jayadi.

Baca Juga  Napi Anak Pembunuh Polisi yang Kabur Berhasil Ditangkap, ini Kata Kapolda Lampung

Keduanya bekerja sama dalam bisnis suplai bahan material tanpa prosedur sesuai SOP dan dikelola tanpa berdasarkan aturan.

Alex Jayadi pun telah dijatuhi vonis dalam persidangan in absentia. Dia divonis selama 7 tahun penjara dan denda sebesar Rp 350 juta subsider 4 bulan kurungan. Alex juga dihukum membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 2,03 miliar subsider 3 tahun penjara. (Kmp)