Erick Thohir Sebut Dana Pensiun BUMN Dirampok Oknum, Minta Jaksa Agung Bertindak

Ilo
Ilo | Nasional
oleh

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir terus memperdalam upaya bersih-bersih di tubuh perusahaan pelat merah. Salah satu fokusnya pada pengelolaan dana pensiun (Dapen) BUMN.

Setelah ada kasus Jiwasraya dan Asabri, Erick mengaku khawatir ada persoalan yang sama pada . Atas dasar kecurigaan itu, Erick menyebut dirinya memerintahkan Kementerian BUMN untuk mengecek langsung dana-.

Dari 48 dana pensiun, 34 di antaranya atau 70% berada dalam kondisi tidak sehat. Pada tahap awal, Audit Dengan Tujuan Tertentu dilaksanakan pada empat Dapen BUMN, dan ditemukan kerugian Rp 300 miliar.

Baca Juga  Prabowo Ingin Biaya UKT Ringan Bahkan Gratis, Nadiem Makarim Bakal Didepak dari Menteri?

“Saya kecewa, saya sedih karena pekerja yang sudah bekerja puluhan tahun yang tentu kurang, itu hasilnya dirampok oleh oknum-oknum yang biadab,” ujar Erick dalam Konferensi Pers bersama di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Selasa (3/10).

Pada tahap awal, ada empat dana pensiun yang diduga disimpangkan, yaitu , , Angkasa Pura I, dan Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) atau ID Food.

Baca Juga  Daftar Produk Kurma Asal Israel yang Diharamkan MUI

Keempat Dana Pensiun ini, ujar Erick, mengalami kerugian Rp 300 miliar. Penyebabnya diduga karena penyimpangan pada investasinya.

“Karena itu awalnya kita lakukan 4 dana pensiun. Ada , , angkasa pura 1 RNI atau ID Food. Dan jelas dari hasil audit dengan tujuan tertentu itu ada kerugian negara Rp 300 miliar dan ini belum menyeluruh dibuka oleh pihak BPKP dan kejaksaan, artinya angka ini bisa lebih besar lagi,” bebernya.

Lebih jauh, Erick meminta untuk tidak ragu memberantas oknum pelaku penyimpangan Dana Pensiun itu tanpa pandang bulu.

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan di Hari Selasa

“Pak , sikat saja para oknum ini tanpa pandang bulu. Seperti yang Bapak lakukan pada kasus Jiwasraya Asabri. Saya dan seluruh jajaran di Kementerian BUMN siap berhadapan dengan siapa pun yang main – main dengan nasib para pensiunan,” tegas Erick.

Atas perkembangan ini, Erick menyampaikan terima kasih kepada Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh yang telah membantu audit Dana Pensiun BUMN tersebut. (dtc)