Kasus Laporan Kehilangan Paspor Palsu P21

Ilo
Ilo | Polda Lampung
oleh

LAMPUNG – Seorang warga Tangerang membuat laporan palsu kehilangan paspor di Lampung. Surat kehilangan ini dipakai mengajukan paspor baru agar bisa mengajak anaknya ke Singapura.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Lampung Komisaris Besar (Kombes) Umi Fadillah mengatakan, pihak terlibat dalam kasus ini adalah pasangan suami istri berinisial DMP (32 tahun, suami, terlapor) dan SHE (31 tahun, istri, pelapor).

Kondisi rumah tangga pasutri ini dalam perpecahan dan proses perceraian. Sehingga keduanya tinggal terpisah.

Dari keterangan pelapor SHE, DMP tinggal di Singapura sedangkan EZ dan dirinya tinggal di Bekasi.

Ketika itu, DMP membawa EZ dari kediaman SH di Bekasi. Umi mengungkapkan surat kehilangan ini dibuat di Polsek Braja Selebah yang berada di Lampung Timur.

“DMP membuat laporan palsu atas kehilangan paspor anak mereka berinisial EZ, usia 2 tahun. Padahal, paspor EZ yang asli ada di tangan ibunya, inisial SHE,” kata Umi melalui keterangan tertulis, Minggu (13/8/2023).

Baca Juga  Gudang BBM Diduga Ilegal Terbakar di Natar, ini Penjelasan Polda Lampung

Umi menambahkan, surat kehilangan ini lalu digunakan oleh DMP untuk membuat paspor baru atas nama EZ. Dengan paspor baru itu, EZ lalu dibawa ke Singapura.

Dia mengatakan, kasus ini adalah limpahan dari Polres Metro Bekasi dengan nomor laporan LP/B/3524/XI/2022/SPKT/POLRES METRO BEKASI KOTA/POLDA METRO JAYA, tanggal 29 November 2022.

Sementara itu, Kapolda Lampung Inspektur Jenderal (Irjen) Helmy Santika mengaku telah membaca surat keluhan dari pelapor SHE.

“Saya sudah menerima surat keluhan korban (SHE), sudah disampaikan ke Dirreskrimum untuk ditindaklanjuti secara profesional dan benar,” kata Hemy.

Helmy mengatakan, update terkini kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap (21) oleh kejaksaan.

Baca Juga  Skema Delaying System Disebut Mampu Atasi Arus Mudik Lebaran 2024

Pihaknya segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan agar proses selanjutnya bisa segera disidangkan.

“Kita sudah memeriksa saksi-saksi korban termasuk terlapor yang telah menjadi tersangka, termasuk memintai pendapat dari para ahli hukum pidana,” kata Helmy.

Ditreskrimum Polda Lampung menyatakan perkara dugaan Tindak Pidana keterangan palsu atau memasukan keterangan palsu dalam akta otentik sebagaimana dimaksud dalam pasal 263 KUHP atau Pasal 266 KUHP, telah lengkap (P21) berkas perkaranya oleh Jaksa peneliti Kejati Lampung.

Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Pol Reynold Hutagalung, mengatakan dengan adanya berkas perkara dinyatakan sudah lengkap oleh jaksa peneliti Kejati Lampung, maka selanjutnya penyidik akan melimpahkan tersangka dan barang bukti ke Kejati.

Sebelumnya, Ditreskrimum Polda Lampung menerima pelimpahan laporan polisi dari Polres Metro Bekasi Kota Polda Metro Jaya LP/B/3524/XI/2022/SPKT/POLRES Metro Bekasi Kota/Polda Metro Jaya, tanggal 29 November 2022, atas nama pelapor Shelvia dan terlapor atas nama DMHP alias DMP, yang merupakan suami sahnya

Baca Juga  Skema Delaying System Disebut Mampu Atasi Arus Mudik Lebaran 2024

Shelvia melaporkan DMHP alias DMP dengan dugaan tindak pidana memberikan keterangan palsu.

Suami Shelvia telah membuat laporan kehilangan paspor anak kandungnya yang bernama EGP di Polsek Braja Selebah, namun berdasarkan fakta paspor tersebut tidak pernah hilang, karena paspor tersebut ada pada Shelvia.

Kemudian surat keterangan hilang yang diperoleh DMHP alias DMP dipakai untuk membuat paspor baru atas nama EGP di Kantor Imigrasi Kotabumi.

Setelah paspor baru atas nama EGP terbit, paspor tersebut digunakan untuk memberangkatkan anaknya EGP ke Singapura, yang membuat Shelvia semakin sulit bertemu dengan EGP. (*)