Hamili Pembantu, Majikan Dibui

Ilo
Ilo | Hukum
oleh

GUNUNGSUGIH – AG (25) ditangkap polisi atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual terhadap pembantu atau asisten rumah tangga (ART), yang bekerja di rumah orang tuanya. Kejahatan pelaku diakui telah dilakukan lima kali hingga korban hamil.

Kapolsek Seputih Surabaya, Iptu Jufriyanto mengatakan kejahatan seksual pelaku telah berlangsung sejak Juni 2023. Saat itu korban dipaksa untuk tidur di kamar pelaku saat jam istirahat kerja.

Berdasarkan keterangan korban, AG memintanya beristirahat siang antara jam 12.00-13.00 di kamar pribadi hampir setiap hari. Saat korban berada di dalam kamar, AG mulai memaksa untuk memenuhi keinginan jahatnya, jika menolak maka pelaku mengeluarkan kata-kata ancaman.

Perbuatan jahat pelaku diketahui telah dilakukan sebanyak lima kali hingga menyebabkan korban hamil. Kehamilan ART itu diketahui pihak keluarga pada Juli 2023 karena ia bersikap mencurigakan saat di rumah.

“Korban mengaku telah dicabuli oleh majikannya saat sedang istirahat bekerja di kamar pelaku. Kemudian, ibu kandung korban yang kaget lalu membeli alat periksa kehamilan, dari tes tersebut menunjukan hasil positif (hamil),” kata Jufriyanto.

Berbekal hasil hasil tes kehamilan itu, keluarga korban mendatangi Mapolsek Seputih Surabaya untuk melaporkan AG atas dugaan tindak pidana kekerasan seksual. Setalah itu petugas langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap AG di kediamannya.

“Kami mengamankan palaku pada Rabu, 6 Agustus 2023. Korban sendiri diketahui masih berusia di bawah umur dan bekerja sebagai ART tukang cuci dan sertika pakaian,” ujar Jufriyanto.

Atas perbuatannya, pelaku AG dijerat pasal 76 D Jo 81 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemerintah pengganti Undang-Undang No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. (lpc)