Makam Bacaleg PPP di Pesisir Barat yang Diduga Meninggal Tak Wajar Dibongkar

Ilo
Ilo | Hukum
oleh

PESISIR BARAT – Lantunan ayat suci Alquran mengirig pembongkaran makam A. Razak di pemakaman umum Pekon Rajabasa, Kecamatan Ngaras, Pesisir Barat, Selasa (1/8/2023).

A.Razak merupakan bakal calon legislatif (Bacaleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Polda Lampung melakukan pembongkaran makam untuk melakukan ekshumasi pada almarhum yang disebut keluarga meninggal dunia dengan cara yang tidak wajar.

Selain keluarga yang terus membaca ayat suci, sejumlah aparat kepolisian dan TNI juga ikut berjaga di lokasi.  Sementara warga sekitar juga ikut menyaksikan proses pembongkaran.

Sebelumnya, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Pesisir Barat Dedi Irawan mendukung pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab kematian A Razak.

“Jika ditemukan ada kejanggalan, tentu kita mendukung kepolisian untuk membuka penyebab kematian almarhum,” ungkapnya.

Dedi tak menyangka A Razak akan pergi begitu cepat, terlebih sebelum meninggal almarhum terlihat sehat dan tidak menunjukkan kejanggalan apa pun.

“Kami merasa kehilangan salah satu kader terbaik yang digadang-gadang bakal menduduki salah kursi legislatif,” ucapnya.

Makanya, pihaknya sangat terkejut mendapatkan informasi bahwa almarhum telah meninggal secara mendadak

Terlebih pada saat kejadian waktunya bertepatan dengan hari terakhir verifikasi administrasi bakal calon legislatif.

Namun, terkait penyebab kematian almarhum ia mengungkapkan tidak bisa memberikan tanggapan lebih jauh.

Sebab yang berhak memberikan keterangan kata dia, tentu pihak keluarga atau yang terkait lainya.

“Terkait ada atau tidak kejanggalan kami tidak bisa memberikan tanggapan lebih jauh karena itu bukan wewenang kita,” kata dia.

Sebelumnya, Polres Pesisir Barat Polda Lampung terus melakukan penyelidikan terhadap penyebab kematian A Razak, salah satu bacaleg yang dinilai tidak wajar.

Kasat Reskrim Iptu Riki Nopariansyah mewakili Kapolres Pesisir Barat AKBP Alysahendra mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan alat bukti lainnya.

“Penyebab kematian almarhum saat ini masih dalam penyelidikan dengan mengumpulkan barang bukti dan alat bukti lainnya,” ungkapnya, Senin (24/7).

Ia mengatakan, ekshumasi merupakan proses pengambilan atau pengangkatan jenazah dari tanah dengan menggali atau membongkar kembali makam  untuk dilakukan pemeriksaan kembali jenazah secara ilmu kedokteran forensik.

“Ekshumasi ini untuk memastikan penyebab kematian korban,” imbuhnya. (tbc)