Pimpinan Bank BUMN di Bandar Lampung Keciduk Indehoy dengan Rekan Kerja di Penginapan

Ilo
Ilo | Hukum
oleh

BANDAR LAMPUNG – Polresta Bandar Lampung menggerebek sejumlah pasangan mesum di penghujung bulan Ramadhan. Dari beberapa yang digaruk, dua diantaranya merupakan pegawai salah satu Bank BUMN di Bandar Lampung.

Mereka adalah DM yang notabenenya merupakan pimpinan Bank Agro milik BUMN Wilayah Lampung, di Kawasan Jalan Radin Intan Bandar Lampung dan SR rekan kerja yang juga jadi teman indehoy-nya.

Mereka terciduk di salah penginapan penginapan di wilayah Pahoman, Bandar Lampung, Selasa (18/4/2023) malam.

Selain mereka, polisi juga menciduk empat pasangan tidak sah lainnya di 2 lokasi penginapan berbeda yakni Pahoman dan Tanjung Gading, Kecamatan Kedamaian, Bandar Lampung.

Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra mengatakan penindakan yang dilakukan tersebut berawal dari adanya laporan masyarakat.

“Tekab 308 Polresta Bandar Lampung menerima laporan warga yang resah dengan pasangan pria dan wanita berada di sebuah penginapan hingga larut malam,” ujarnya, Rabu (19/4).

Polisi menindaklanjuti dan langsung menuju lokasi tersebut, pertama yaitu di salah satu penginapan kawasan Tanjung Gading, Kecamatan Tanjung Karang Timur.

Didampingi pihak pengelola penginapan, kemudian petugas melakukan pemeriksaan dan didapati 3 penghuni kamar yang bukan pasangan suami istri atau berstatus resmi menikah.

“Mereka kemudian kita amankan dan dibawa untuk didata serta pemeriksaan lebih lanjut,” ucapnya.

Kemudian, petugas menuju lokasi penginapan kedua yakni kawasan Pahoman, Bandar Lampung. Di lokasi tersebut, petugas mengamankan dua pasangan tidak resmi. Salah satunya, kedua pegawai Bank BUMN di Bandar Lampung itu terjaring razia dan didapati di salah satu kamar.

“Kegiatan ini murni informasi dari warga karena resah penginapan tersebut kerap dihuni pasangan tidak sah di Bulan Suci Ramadhan dan menjelang Hari Raya Lebaran Tahun 2023,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendataan, kelima pasangan bukan suami istri tersebut diminta membuat surat pernyataan agar tidak melakukan hal serupa.

“Hasil interogasi dan pemeriksaan tidak ditemukan unsur tindak pidana dan delik aduan lainnya. Jadi seluruh pasangan bukan suami istri itu hanya sebatas melakukan pemeriksaan dan pendataan, saat ini sudah kita kembalikan,” pungkasnya. (kpt)