Vo Van Thuong Jadi Presiden Baru Vietnam, Dekat dengan Sekjen Partai Komunis

Ilo
Ilo | Nasional
oleh

HANOI – Vo Van Thuong (52) akhirnya menjadi presiden baru Vietnam. Ia menang voting dalam pemilihan di Majelis Nasional negara tersebut, Kamis (2/3) waktu setempat.

Anggota Majelis Nasional Vietnam memilih Thuong sebagai Presiden baru Vietnam untuk masa jabatan hingga 2026. Thuong menggantikan Nguyen Xuan Phuc yang mengundurkan diri pada Januari lalu.

Penunjukan Thuong dilakukan selama periode pergolakan politik di Vietnam, di mana operasi pembersihan antikorupsi dan pertikaian antar faksi dalam Partai Komunis yang berkuasa telah membuat sejumlah menteri dipecat.

Baca Juga  Prabowo Ingin Biaya UKT Ringan Bahkan Gratis, Nadiem Makarim Bakal Didepak dari Menteri?

Thuong merupakan satu-satunya kandidat dan Majelis Nasional diketahui bersifat stempel karet, atau selalu memiliki pandangan senada dengan pemerintah.

Menurut laporan media pemerintah Vietnam, Thuong mendapatkan dukungan 487 suara dari total 488 kursi dalam Majelis Nasional.

Vietnam yang memiliki kekuasaan otoriter dipimpin oleh partai politik yang berkuasa, yang biasanya dipimpin oleh Sekretaris Jenderal, seorang presiden dan seorang perdana menteri.

Baca Juga  Prabowo Ingin Biaya UKT Ringan Bahkan Gratis, Nadiem Makarim Bakal Didepak dari Menteri?

Dalam pernyataan pertamanya sebagai Presiden Vietnam, Thuong menegaskan dirinya ‘bertekad untuk memerangi korupsi dan fenomena negatif'.

Thuong dipandang Nguyen Phu Trong, sosok paling berpengaruh dalam partai dan arsitek di balik operasi antikorupsi. Operasi itu berujung penangkapan puluhan pejabat, yang kebanyakan terjerat tuduhan gratifikasi terkait kebijakan selama pandemi virus Corona (COVID-19).

Partai Komunis Vietnam memutuskan pada Januari lalu bahwa Phuc bertanggung jawab atas pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan jajaran menteri senior yang ada di bawahnya tahun 2016-2021 selama dia menjabat Perdana Menteri Vietnam, sebelum menjabat Presiden Vietnam.

Baca Juga  Prabowo Ingin Biaya UKT Ringan Bahkan Gratis, Nadiem Makarim Bakal Didepak dari Menteri?

Sementara Thuong diketahui sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala Komisi Pengarah Pusat untuk Pencegahan dan Pengendalian Korupsi dan Fenomena Negatif sejak tahun 2021.

Dia juga pernah menjabat kepala departemen propaganda pusat Partai Komunis — posisi yang memiliki kekuasaan yang kuat atas kebebasan berbicara dan kebebasan pers di Vietnam. (dtc)