Polresta Ungkap Peran Oknum Polri dalam Kasus Curanmor

Ilo
Ilo | Hukum
oleh

BANDAR LAMPUNG – Penyidik Polresta Bandar Lampung terus mendalami peran dari Bripka RAM, oknum polisi yang terlibat dalam kasus Curanmor di Kedaton, Bandar Lampung belum lama ini.

Dari investigasi sementara, oknum polisi tersebut memiliki peran sebagai pengamanan dan ikut membantu mengantarkan rekannya dalam aksi curanmor.

“Oknum (Bripka RAM) itu memang ikut serta dalam melakukan tindak pidana. Tapi apakah dia yang menyuruh atau otaknya, itu masih didalami,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra, Kamis (23/2/2023).

Polisi, kata Dennis, juga mengusut kemungkinan jumlah kejahatan yang dilakukan oleh Bripka RAM dan kawan-kawannya.

“Kalau kita mengejar pengakuan (Bripka RAM) pasti tidak akan mengaku. Tapi kita mendalami dari peristiwa-peristiwa yang terjadi dengan motif yang sama,” imbuhnya.

Dalam kasus ini, Polresta Bandar Lampung telah menahan 4 tersangka, termasuk Bripka RAM.

Dennis mengungkapkan, motif komplotan curanmor tersebut lantaran masalah ekonomi.

“Peran ketiga tersangka lainnya (rekan Bripka RAM) yaitu sebagai eksekutor, ada yang mengangkut, ada yang mengamankan situasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Oknum polisi Lampung Timur berinisial Bripka RAM terlibat dengan komplotan curanmor di sebuah indekos di Jalan Bumi Manti 4, Kampung Baru, Kedaton, Bandar Lampung, Rabu (15/2) dini hari.

Dua unit motor berjenis Yamaha dan Honda Beat raib diduga disikat kawanan pelaku. Korban yakni bernama Kia Trio Saputra (19) dan Muhammad Irfandi (19).

Lalu, Propam Polres Lamtim telah lebih dulu mengamankan Bripka RAM dan diserahkan ke Polresta Bandar Lampung guna proses hukum.

Kemudian, ketiga pelaku lainnya menyerahkan diri ke Mapolsek Jabung diantaranya AT (33), HD (35), dan HR (84) yang merupakan warga Desa Negara Batin, Kecamatan Jabung, Lampung Timur. (kpt)