Polresta Bandar Lampung Periksa Oknum DPRD Tubaba

Ilo
Ilo | Hukum
oleh

BANDAR LAMPUNG – Oknum anggota DPRD Tulangbawang Barat (Tubaba) berinisial DR diperiksa Satreskrim Polresta Bandar Lampung. Pemeriksaan merupakan buntut dari penganiayaan yang dilakukan DR bersama temannya pada dua orang pemuda di Kecamatan Tanjungsenang, Bandar Lampung.

“Kedua korban dan anggota DPRD Tulangbawang Barat sebagai terlapor,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Dennis Arya Putra, Kamis (9/2/2023).

Kata Dennis, pihaknya selanjutnya akan melakukan gelar perkara dari hasil penyelidikan itu guna mengetahui unsur pidana dalam kejadian itu. “Nanti kami gelar perkara dulu,” ujarnya.

Dugaan penganiayaan itu terjadi pada 24 Januari 2023 lalu di Jalan RA Basyid, Tanjung Senang.

Korban bernama Albet Setiawan (23) warga Metro yang sedang berada di kontrakan mengungkapkan bahwa dirinya baru pulang setelah mengantar pacarnya.

Namun sekitar Pukul 22.00 WIB, anggota dewan tersebut mendatangi kontrakan tersebut karena mengira milik keluarganya bernama Beni alias Ibeng.

“Dia datang ke kontrakan karena mengira itu milik Ibeng, sedangkan saya kenal Ibeng itu dari kawan saya bernama Holdi,” ungkapnya.

Menurut korban, dirinya tidak terlalu kenal dengan orang yang dicari oleh anggota DPRD Tubaba tersebut.

“Kenal biasa aja tapi malam itu saya diverbal (interogasi) ditanyain Ibeng mana, sedangkan saya tidak tahu,” katanya.

Dia melanjutkan, tetap mengatakan tidak tahu. Lalu korban mengatakan yang mengetahui keberadaan Ibeng adalah Dita alias Omel, tetangga kontrakan tersebut.

“Saya disekap dan dipaksa masuk ke kontrakan malam itu, dipukulin lalu ditolong oleh Dita,” ungkapnya.

Korban menambahkan, jika yang mengeroyoknya berjumlah lebih dari satu orang. Termasuk oknum anggota DPRD dan ajudannya serta rekan-rekannya.

“Saya dipukul sama Dedi Robiansyah dan ajudannya serta teman-temannya sekitar tujuh orang,” katanya.

Dan untuk mengintimidasi, kata Albert lagi, oknum anggota dewan itu mengaku membawa instansi lain ke tempat kontrakan.

“Ada yang ngakunya Jatanras, BNN dan katanya juga membawa orang Polda Lampung,” ujarnya sambil menunjukkan beberapa bagian badan belakangnya yang memar akibat dipukul.

“Belakang badan saya merah. Ya dicekik lah setelah itu dihantam menggunakan helm dan saya ditinju oleh anggota dewan agar ngaku Ibeng dimana, padahal saya tidak sembunyikan,” ungkapnya.

Kemudian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandarlampung dengan tanda bukti LP/B/123/I/2023/ SPKT/Polresta Bandarlampung.

Ia juga membuat surat visum di Rumah Sakit Abdul Moeloek atas permintaan dari petugas Polresta. (lpc)