Bikin Hamil ABG, Pria di Tubaba Dijeblos ke Hotel Prodeo

Ilo
Ilo | Hukum
oleh

TUBABA — Polisi dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPS) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Polres) Tulangbawang Barat (Tubaba) menangkap JP (38) setelah dirinya menghamili anak di bawah umur

Korban berinisial LDS (16) disetubuhi puluhan kali oleh pelaku dengan janji manis dan rayuan gombal. Sial, ketika perut si ABG membuncit hamil, sang orangtua tak terima dan melaporkan kasus ini ke polisi

“Pelaku berinisial JP (38), warga Tiyuh Penumangan Baru Kec.Tulang Bawang Tengah Kab.Tulang Bawang Barat. Saat ini pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan,” kata Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Ndaru Istimawan, S IK, yang diwakili oleh Kesat Reskrim AKP Dailami, S.H, Selasa (31/1/2023).

Ia mengatakan penangkapan terhadap pelaku dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari orang tua korban, DD (54), warga Kelurahan Daya Murni Kec.Tumijajar Kab.Tulang Bawang Barat pada Senin (09/1/2023).

Dalam hal ini, kata dia, orangtua korban melaporkan kasus dugaan persetubuhan tersebut ke Unit PPA Satreskrim Polres Tulang Bawang Barat, setelah mengetahui anaknya dalam kondisi hamil dengan usia kandungan 2 bulan.

Kronologis persetubuhan terjadi Minggu, 11 Desember 2022 sekira jam 12.00 WIB. Dengan sejuta rayuan maut, ia berhasil memperdaya korban.

Siang itu, hilanglah keperawanan korban oleh si lelaki.

“Setelah kejadian itu, kata dia, pelaku dan korban sering melakukan hubungan layaknya suami istri hingga akhirnya LDS diketahui hamil dengan usia kandungan 2 bulan. Antara pelaku dan korban berstatus berpacaran, persetubuhan dilakukan oleh pelaku dan korban sebanyak 20 kali dengan hari/waktu yang berbeda,” jelas Kasar Reskrim.

Tapi orangtua mana yang terima anaknya di hamili lelaki yang bebet bobotnya tak jelas. Apalagi korban masih usia sekolah

“Orangtua korban inisial DD melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Tulang Bawang Barat,” katanya.

Pelaku ditangkap 30 Januari 2023 sekira pukul 15.00 WIB dan dijebloskan ke hotel prodeo. Kepada polisi, pelaku mengakui semua perbuatannya.

Oleh polisi, pelaku dijerat dengan Pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 jo. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. dengan ancaman pidana minimal 5 tahun maxsimal 15 tahum penjara. (hms)