Bocah Tewas Tenggelam Di Pantai Pulau Mahitam Pesawaran

Avatar
Redaksi | Pesawaran
oleh
Bocah 6 Tahun asal Palembang Tewas Tenggelam Di Pantai Pulau Mahitam Pesawaran/Net

PESAWARAN – Seorang bocah berinisial FR (6) yang merupakan pengunjung wisata dari Palembang Sumatera Selatan, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Pulau Mahitam, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, Minggu (15/1/2023).

Korban tenggelam pada saat sedang bermain bola bersama teman-temannya di Pantai Pulau Mahitam, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, sekira pukul 13,30 WIB.

Menurut AKBP Pratomo Widodo SIK, M.Si (Han), FR ditemukan tim gabungan sekira pukul 14.35 WIB, disamping KM Doa Ibu 01, tidak jauh dari lokasi kejadian, setelah melalui proses pencarian oleh Tim dari Satpolairud Polres Pesawaran, Anggota , bersama warga sekitar.

“Korban tadi ditemukan sekira pukul 14,35 WIB, setelah melalui proses pencarian oleh tim dari Satpolairud Polres Pesawaran, dan anggota di samping KM Doa Ibu 01, dan selanjutnya dibawa ke Dermaga 2 Ketapang,” ujar Pratomo dalam keterangan tertulisnya.

Selanjutnya kata Kapolres, “Dilanjutkan Evakuasi oleh Satpolairud Polres Pesawaran, anggota Polsek Padang Cermin, dan anggota , menuju Puskesmas Hanura, dan tiba di Puskesmas Hanura sekira pukul 15.00 WIB, dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas puskesmas, korban dinyatakan telah meninggal dunia,” Kata Pratomo.

Masih menurut , korban merupakan pengunjung yang berasal dari luar Provinsi Lampung.

“Korban merupakan pengunjung wisata yang berasal dari Palembang, Sumatera Selatan, yang berkunjung berlibur bersama keluarganya. Dan setelah dinyatakan meninggal dunia, Keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, dan menerima dengan ikhlas bahwa peristiwa tersebut adalah musibah,” jelas Kapolres.

Selanjutnya, “Telah dilakukan serah terima jenazah (Korban) dari camat Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, kepada pihak keluarga korban, untuk selanjutnya rencana korban akan dibawa ke rumah duka di Palembang untuk dikebumikan,” Pungkas Pratomo. (lc)