IDI Gelar Seminar Stunting untuk Awam

Ilo
Ilo | Health
oleh

BANDAR LAMPUNG – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bandarlampung, menggelar seminar sehari tentang Stunting untuk orang awam, Minggu (15/1) pagi di Auditorium RSUD Dr Hi Abdul Moeloek Provinsi Lampung.

Seminar yang menampilkan dua orang pembicara atau narasumber, dr Tutik Ernawati MGizi Sp.GK dan dr Leni Ervina Sp.A (K) Noo M.Kes. diijuti 46 peserta dari organisasi wanita maupun Universitas yang ada di Kota Bandar Lampung, diantaranya Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) yang diwakili oleh Linda Prahatiningsih.

Seminar yang bermateri Stunting, mengingat Angka Kejadian Stunting di Lampung mencapai 19,4 persen. Sehingga cukup menghawatirkan bagi IDI, untuk mengambil langkah dalam penanggulangannya, seperti yang disampaikan oleh Ketua IDI Bandarlampung dr Khadafi Indrawan Sp.An.

Melihat hal tersebut, IDI bertekat untuk bisa menurunkan angka kejadian stunting dengan menggelar seminar.

“Melibatkan pesertanya Ibu-Ibu, karena merekalah yang terlibat langsung dalam mengurus dan membimbing anak-anak,” jelas dr Khadafi dalam sambutannya.

Menurut dr Leni Ervina, Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar

“1000 hari kehidupan itu adalah periode emas pertumbahan anak, sehingga perlu dimanfaatkan semaksimal mungkin. Dimulai dari dalam perut (9 bulan) samapi dengan usia anak dua tahun, dimana pertumbuhan otak anak sangat besar dimana dibutuhkan status nutrisi gizi yang sang kuat, kalau tidak maka akan lewat. Bagaimana mau perkembangan tubuhnya, otaknya saja tidak terjaga. Gizi akan kurang, maka kemampuan IQ akan turun 30 persen,” jelas dr Leni. (rl)