Pembangunan Jembatan Pulau Pasaran Bandar Lampung Dilanjutkan

Avatar
Redaksi | Bandarlampung
oleh

BANDAR LAMPUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung memastikan pembangunan jembatan menuju sentra ikan teri asin akan dilanjutkan hingga mencapai daratan Kota Karang sebagai akses masuk ke pulau tersebut.

“Pembangunan jembatan baru menuju sentra ikan teri asin sudah jadi setengahnya. Jadi setengah laginya masih akan disatukan dengan jembatan yang lama untuk sampai ke daratan, tahun ini akan kami selesaikan sampai ujungnya,” kata Wali Kota Bandarlampung saat mengecek pembangunan jembatan baru menuju Pulau Pasaran, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan bahwa pembangunan jembatan baru ini didasari karena akses jalan penghubung ke Pulau Pasaran yang lama sudah turun dan ambles ke bawah serta pagar penghalang kanan kiri sudah banyak yang rusak.

“Tahun ini kami lanjutkan. Kami buat lebar, agar mobil berbadan kecil dapat melintasi jembatan ini, terlebih jembatan yang lama sudah rusak dan ambles,” kata dia lagi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Bandarlampung Iwan Gunawan mengatakan bahwa pembangunan jembatan baru menuju ke Pulau Pasaran telah selesai sepanjang 150 meter atau kurang lebih setengah dari panjang keseluruhan jalan penghubung tersebut.

“Sesuai arahan pimpinan, akan melanjutkan pembangunan hingga sampai ke daratan. Kalau sisanya hingga ke daratan Kota Karang ada sekitar 200 meter lagi,” kata dia.

Salah seorang warga Pulau Pasaran Toto Harianto mengucapkan terima kasih kepada Pemkot Bandarlampung karena telah membangun jembatan baru sebagai akses keluar masuk menuju daratan.

“Tentunya kami bersyukur titik jembatan yang rusak dan ambles ke bawah sudah direhabilitasi, sehingga aktivitas tidak terganggu dan warga lebih aman melintas. Tapi tentu harapan kami rehabilitasi jembatan ini bisa sampai ujung daratan,” kata dia pula.

Dalam proses rehabilitasi sepanjang 150 meter ini, pagu yang disiapkan sekitar Rp3,9 miliar. Pekerjaan pertama dilakukan pada tahun 2021 dengan pagu Rp2,4 miliar. Kemudian, pekerjaan kedua dilakukan pada tahun 2022 dengan pagu Rp1,5 miliar. (an)