Pembelajaran Kimia Melalui Pengelolaan Laboratorium Kimia di SMAN 7 Bandar Lampung

Avatar
Redaksi | Pendidikan
oleh

Oleh : Mardiana Putri, S.Pd

Laboratorium sangat erat kaitannya dengan kegiatan pembelajaran IPA yang menggunakan pendekatan keterampilan proses sains. Proses pembelajaran IPA menekankan pada pemberian pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar menjelajahi dan memahami alam sekitar secara ilmiah.

Proses pembelajaran seperti ini menuntut agar dalam kegiatan belajar mengajar siswa dapat menemukan dan memahami fakta dan konsep untuk mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran kimia adalah pelajaran yang memungkinkan banyak kegiatan praktikum untuk memahami konsep-konsep kimia lebih dalam bahkan memungkinkan menemukan konsep baru. Meskipun kegiatan praktikum juga dapat dilakukan di dalam kelas, namun idealnya dilaksanakan di laboratorium karena alat-alat dan bahan-bahan kimia akan lebih aman digunakan di dalam laboratorium dari pada di dalam kelas.

Namun demikian, kenyataan menunjukkan bahwa masih banyak sekolah yang tidak memiliki sarana laboratorium yang lengkap. Selain itu, kenyataan juga menunjukkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki tenaga pengelola laboratorium.

Tenaga pengelola laboratorium di sekolah dilakukan oleh para Guru IPA, karena sebagian besar sekolah tidak memiliki laboran. Para Guru yang bertugas mengelola laboratorium belum dapat melakukan tugasnya dalam pengelolaan laboratoriun dengan baik karena berbagai keterbatasan.

Selain keterbatasan bekal keilmuan tentang pengelolaan laboratorium juga terkendala oleh terbatasnya waktu mengikuti pelatihan.

Pemanfaatan dan pengelolaan sebagai fasilitas sekolah harus memperhatikan faktor kondisi dan mutu fasilitas, karena kedua faktor tersebut dapat berpengaruh secara langsung terhadap proses pendidikan.

Manajemen yang efektif adalah manajemen laboratorium yang mampu melaksanakan fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaan laboratorium secara konsisten dan berkesinambungan serta mengelola sumberdaya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Manajemen berkaitan dengan proses perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap kegiatan laboratorium Kimia.

Tugas pokok pengelola laboratorium adalah melaksanakan tugas yang bersifat akademik dan manajerial pada satuan pendidikan yang meliputi penyusunan program kerja laboratorium, pelaksanaan program, pembinaan terhadap teknisi dan laboran, penilaian kinerja teknisi dan laboran, dan evaluasi hasil pelaksanaan program laboratorium (Permenpan Nomor 21 Tahun 2010).

Berdasarkan regulasi tersebut dapat disimpulkan, bahwa pengelola laboratorium harus berkualifikasi dan berpengalaman minimal yang dipersyaratkan, serta telah bersertifikat dengan tugas pokok utama bidang manajerial dan akademik (profesional) meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pembinaan, penilaian, pemantauan, evaluasi, dan laporan.

a. Perencanaan Laboratorium Kimia

Perencanaan sarana dan prasarana laboratorium harus memenuhi prinsip-
prinsip:

1) perencanaan sarana dan prasarana sekolah harus betul-betul
merupakan proses intelektual,

2) perencanaan di dasarkan pada analisis kebutuhan,

3) perencanaan sarana dan prasarana sekolah harus realistis, sesuai dengan kenyataan anggaran,

4) visualisasi hasil perencanaan sarana dan prasarana sekolah harus jelas dan rinci, baik jumlah, jenis, merek, dan harganya. Dengan perencanaan program tersebut diharapkan tujuan pembelajaran kimia akan tercapai sehingga dapat menghasilkan mutu pembelajaran kimia yang diinginkan. Perencanaan laboratorium di sudah cukup baik Ventilasi udara dan pencahayaan di
laboratorium kimia sudah memadai, juga ketersedian air yang mudah sehinggamempermudah dalam melakukan praktikum.

b. Pengorganisasian Laboratorium kimia

Menurut Terry pengorganisasian ialah penentuan, pengelompokkan, dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, penempatan orang-orang (pegawai), terhadap kegiatan-kegiatan ini, penyediaan faktor-faktor physik yang cocok bagi keperluan kerja dan penunjukkan hubungan wewenang, yang dilimpahkan terhadap setiap orang dalam hubungannya dengan pelaksanaan setiap kegiatan yang diharapkan.

Dalam hal ini pengorganisasian pada pengelolaan laboratorium Kimia di secara umum cukup baik. Sekolah tersebut memiliki pengelola laboratorium yang meliputi kepala laboratorium dan laboran yang cukup kompeten. Namun hal ini belum bisa dikatakan lengkap dikarenakan Permendiknas No. 26 tahun 2008 pasal 1 ayat 1 sudah dijelaskan bahwa hendaknya standar tenaga laboratorium mencakup kepala laboratorium, teknisi laboratorium,dan laboran.

c. Pelaksanaan Laboratorium Kimia

Di , secara umum pelaksanaan sudah cukup baik terlihat dari esesuaian kegiatan dan layanan dengan program yang telah direncanakan. Namun, terdapat kendala sumber daya manusia (SDM) dan ketersediaan sarana prasarana laboratorium IPA. Akan tetapi kendala tersebut masih bisa diatasi dengan guru IPA yang harus lebih kreatif dalam mengatasi hal tersebut sehingga kegiatan praktikum tetap dilaksanakan.

d. Pengawasan Laboratorium kimia

Supervisi atau pengawasan laboratorium kimia di SMAN 7 Bandar Lampung dilihat dari laporan laboran kepada Kepala Laboratorium baik secara formal maupun informal. Laporan kepala laboratorium tersebut dilakukan dua kali dalam satu tahun. Untuk semester pertama subtansi yang di supervise yaitu mengenai adminitrasi, dimana pengecekan kelengkapan administrasi dari perencanaan, dan pengorganisasian.

Kemudian untuk semester ke dua substansi yang disupervisi adalah supervisi yang bertujuan untuk melihat bagaimana kegiatan di laboratorium apakah berjalan dengan baik atau tidak. Tak hanya itu Setiap kegiatan pengelolaan laboratorium kimia juga disupervisi termasuk kinerja pengelola dan guru kimia dalam kegiatan praktikum.

Disamping itu, kondisi dan peralatan yang diperlukan juga dilaporkan kepada kepala sekolah sebagai acuan untuk pengadaan ditahun depan. Pengawasan dapat dirumuskan sebagai proses penentuan apa yang harus dicapai yaitu standard, apa yang sedang dilakukan yaitu pelaksanaan, menilai pelaksanaan, dan bilamana perlu melakukan perbaikan-perbaikan, sehingga pelaksanaan sesuai dengan rencana, yaitu selaras dengan standard (ukuran). ##