Mantan Orang Terkaya Sejagat Kehilangan Rp3.100 Triliun di Tahun Baru

Ilo
Ilo | Dunia
oleh

JAKARTA – Mantan , mengalami kerugian terbesar dalam sejarah. Bos dan ini kehilangan harta hingga USD 200 miliar atau lebih dari Rp 3.100 triliun.

Mengutip Bloomberg Billionaires Index, kekayaan di tahun baru 2023 ini hanya tinggal USD 137 miliar, hilang separuh dari masa puncak kejayaannya. Karena itu, ia tidak lagi jadi orang terkaya, dikalahkan pengusaha fashion asal Prancis, Bernard Arnault.

Menurut The Verge, banyak hal menjadi penyebab runtuhnya saham , kendaraan listrik. Selain kehilangan momentum di pasar China, sibuknya di juga jadi pemicu.

telah terancam di seluruh sektor,” kata Dan Ives, analis di Wedbush Securities.

Dia masih yakin saham Tesla akan bangkit dalam jangka panjang, tapi mengkritik pembelian yang membuat konsentrasi Elon Musk terpecah.

“Pada saat Tesla harus diskon harga dan barang di gudang mulai banyak di hadapan resesi global, Elon Musk dinilai tertidur dalam perspektif seorang pemimpin untuk Tesla pada waktu investor memerlukan sang CEO untuk navigasi di badai besar ini,” tambah Ives.

Elon Musk sendiri telah mengirim email pada para karyawan Tesla untuk mengabaikan kegilaan pasar saham. Akan tetapi jelas bahwa Tesla menghadapi masalah besar, belum lagi tahun ini para rival semacam Volswagen, Hyundai, Kia sampai Mercedes siap menghadirkan lawan tangguh di arena mobil listrik.

Bukan Lagi Orang Terkaya Sejagat

Diketahui, Elon Musk tidak lagi menjadi orang terkaya sejagat. Ia harus menyerahkan gelarnya kepada Bos LVMH (Moët Hennessy Louis Vuitton), Bernard Arnault.

Hal ini berdasarkan data Forbes pada penutupan hari Senin. Sebagai informasi, Elon Musk sendiri menjadi orang terkaya di dunia sejak 2021. Saat itu ia menyalip pendiri Amazon, Jeff Bezos.

Saham Tesla ditutup anjlok 6,3% pada Senin lalu. Sementara nilainya sudah turun dari setengahnya di tahun ini, menyusul aksi jual yang dipercepat usai Elon Musk mengakuisisi Twitter US$ 44 miliar.

Harta Elon Musk sebagian besar berasal dari Saham Tesla. Saham produsen mobil listrik tersebut meroket lebih dari 1.000% dalam dua tahun terakhir.

Melansir dari CNBC, Selasa (13/12/2022), Arnault diketahui memiliki lebih dari 60% saham LVMH. Kekayaan berdasarkan Forbes mencapai US$ 186,2 miliar atau Rp 2.904 triliun (kurs Rp 15.600).

Menurut data FactSet, Elon Musk saat ini memiliki 14,11% saham Tesla, dengan nilai pasar US$ 530 miliar. Ia juga memiliki lebih dari 40% saham SpaceX yang punya valuasi US$ 125 miliar atau Rp 1.950 triliun pada Juni 2022.(dtc)