Curigai Ada Konspirasi Persulit Partai Ummat

Ilo
Ilo | Politik
oleh

JAKARTA – Partai Ummat curiga adanya konspirasi yang berusaha mengganjal partai berlambang bintang untuk ikut serta dalam Pemilu 2024.

Indikasi konspirasi ini dilihat dari curhat partai yang merasa dipersulit untuk memenuhi syarat jadi partai politik atau parpol peserta Pemilu 2024.

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Ummat, Nazaruddin di sela-sela rapat pleno rekapitulasi hasil verifikasi partai politik (parpol) peserta Pemilu 2024 yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, di Jakarta, Rabu (14/12/2022).

“Kami (merasa) mendapatkan perlakuan yang sifatnya itu dipersulit oleh penyelenggara pemilu di beberapa kabupaten,” katanya.

Nazaruddin mengklaim dirinya juga menemukan adanya manipulasi data keanggotaan Partai Ummat di beberapa daerah.

Baca Juga  Prabowo Siapkan Tiga Kandidat Pendamping Mirzani Djausal di Pilgub Lampung

“Kami juga mempunyai data bahwa ada manipulasi dalam artian data keanggotaan dari partai kami, itu kemudian diberikan ke partai yang lain,” ujarnya.

Nazaruddin mengungkapkan, Partai Ummat hanya mendapatkan satu wilayah memenuhi syarat dari syarat minimal 11 wilayah. Hal itu dinilai mengejutkan sekaligus mencerminkan seolah-olah Partai Ummat tidak melaksanakan input data, tidak menyerahkan data ke KPUD Provinsi hingga persyaratan yang tidak terpenuhi

“Padahal jelas tentu kami menginput data dan menjalani verifikasi faktual perbaikan, baik itu didatangi langsung oleh verifikator atau melalui dokumen video yang diserahkan ke KPU. Tapi, pelaporan melalui video recording ini justru banyak ditolak di beberapa Kabupaten,” katanya. (tbc)

Sementara Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) meminta KPU agar membuka tahapan verifikasi secara transparan. Ini untuk menjawab tudingan manipulasi data verifikasi faktual yang dihembuskan Ketua Majelis Syura Partai Ummat Amien Rais

Baca Juga  Partisipasi Pemilih di Lampung Capai 80,64 Persen

“Kalau dari saya KPU perlu membuktikan dengan membuka secara transparan tahapan verifikasi ini. Dengan adanya transparansi maka bisa mendorong kepercayaan publik,” kata Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati.

Khoirunnisa menyampaikan salah satu contoh keterbukaan yakni membuka data di sipol. Dia menyebut dengan KPU bersikap terbuka maka bisa menurunkan tensi politik jelang Pemilu 2024.

“Ya misalnya soal keterbukaan data di Sipol. Sebetulnya pentingnya keterbukaan data dalam pemilu itu sisi positifnya adalah meningkatkan transparansi, meningkatkan partisipasi publik, dan juga bisa mengurangi tensi politik yang terjadi di masa pemilu, sehingga puncaknya adalah bisa meningkatkan kepercayaan publik,” ucapnya.

Baca Juga  Eva Dwiana Ingin Bertahan dengan Dedi Amarullah

Khoirunnisa menilai yang paling tepat dilakukan KPU saat ini adalah membuka semuanya secara transparan termasuk BA2. Dengan begitu, kecurigaan hingga tudingan-tudingan tidak akan terjadi.

“Dengan polemik yang ada saat ini, menurutku justru keterbukaan data mengenai BA2 di lapangan itu perlu dibuka. Supaya tidak ada kecurigaan. Ini yang selama ini tdk terlihat di sipol. Misal di mana kurangnya keanggotaan, di daerah mana. Ini yang perlu dibuka untuk menjawab ke publik,” ujar dia. (tbc/dtc)