Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bermotif Dendam

Avatar
Redaksi | Hukum
oleh

Bandar Lampung – Polsek Teluk Betung Selatan Polresta Bandar Lampung melaksanakan kasus 338 KUHP Sub pasal 170 Ayat 2 ke 3 KUHP yang dilakukan oleh DF (16 ) terhadap korban pada Jumat (28/10) di wilayah Sukaraja, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung.

Reka ulang yang dilaksanakan pada kamis (16/11/2022) pagi di lapangan Mapolsek Teluk Betung Selatan ini dihadiri oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar lampung, Kuasa Hukum tersangka, Unit Inafis Satreskrim Polresta Bandar Lampung dan pihak keluarga kedua belah pihak.

Baca Juga  Jenazah yang Hanyut di Sungai Panjang itu Ternyata Sopir Truk Fuso

Ada 20 adegan yang diperagakan langsung oleh tersangka DF kepada korban serta 2 tersangka lagi DV (DPO) dan FD (DPO) yang diperankan oleh pemeran pengganti.

Diketahui pertikaian berujung maut ini bermula dari pelaku memiliki dendam lama lantaran korban diduga telah mengambil handphone milik pelaku DF.

“Awalnya korban sedang duduk minum kopi di warung, kemudian para pelaku itu menghampiri korban. Terjadilah cekcok mulut antara korban dan para pelaku, kemudian para pelaku melakukan pengeroyokan terhadap korban.

Baca Juga  Ada Dua Pemandu Lagu yang Ditemui Remaja Usai Bunuh Polisi di Lampung Tengah 

Hingga akhirnya pada adegan ke 13 Para tersangka melakukan penganiaayan secara bersama-sama kepada korban dan pada adegan ke 18 tersangka DF melakukan penusukan menggunakan pisau hingga membuat korban tak lagi berdaya sampai ditemukan oleh beberapa saksi yang kemudian memanggil pertolongan.

Korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia sehari setelah mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa senjata tajam jenis dan satu stel pakaian korban.

Baca Juga  Divonis Mati, Eks Kasat Narkoba Banding

Kapolsek Teluk betung Selatan Kompol , S.H.,S.IK.,M.H., melalui PANIT II RESKRIM Bripka Rahmat Kurniawan, S.H.,M.H., mengatakan bahwa perlu dilakukan untuk menggambarkan kembali situasi sebenarnya.

“Gunanya untuk memperjelas keterangan saksi dan alat-alat bukti yang ada di TKP,” jelas Rahmat.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 338 KUHP Sub pasal 170 Ayat 2 ke 3 KUHP. (Hms)