Virtual Meeting, Sekdaprov Lampung Rakor Pencapaian Target Realisasi APBD

Redaksi
Redaksi | Lampung
oleh

Rapat koordinasi (Rakor) pencapaian target realisasi tahun 2020 dan sosialisasi penggunaan masker, cuci tangan serta jaga jarak untuk perubahan perilaku baru masa pandemi Covid-19 dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Fahrizal Darminto bersama Kemendagri melalui , Senin (10/8).

Rakor bertempat di ruang Command Center Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Lampung.

Rapat dihadiri juga oleh Ketua TP PKK Provinsi Lampung Riana Sari Arinal, Kepala Dinas Kesehatan, Plt. Kepala BPBD, Plt. Kepala Dinas Pemdes dan Transmigrasi serta Kepala Dinas Kominfo dan Statistik.

Fahrizal menjelaskan, dalam instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian Corona Virus Disease 2020, kepala daerah diharapkan melakukan edukasi dengan melibatkan unsur Pentahelix.

“Unsur tersebut yakni Pakar, Akademis, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Tokoh Media, Budayawan, Seniman, Ibu-Ibu PKK, Karang Taruna dan Relawan di Daerah,” katanya di ruang video conference, Diskominfotik Provinsi Lampung.

Fahrizal melanjutkan, dalam melakukan sosialisasi adaptasi kebiasaan baru dengan protokol kesehatan secara masif menggunakan berbagai moda komunikasi daerah dan membuat konten edukasi dan sosialisasi berbasis kearifan lokal dan budaya masyarakat.

“Kolaborasi Pentahelix berbasis komunitas terdiri dari edukasi, sosialisasi dan mitigasi, dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan tokoh masyarakat, agama, partai politik hingga ke tingkat RT/RW,” ujarnya.

Menurutnya, media berperan dalam sosialisasi dan edukasi dengan persentase hingga 63%, melibatkan pakar sosial, antropolog dan sosiolog serta mengedepankan pendekatan berbasis kearifan lokal.

Kepala daerah memastikan semua masyarakat di daerahnya memakai masker, membuat masker kain dengan melibatkan UMKM dengan standar yang telah ditetapkan, dan membagikan masker kain untuk masyarakat yang membutuhkan.

Selain itu, kepala daerah juga diharapkan dapat membagikan informasi yang benar terkait Covid-19, memastikan sampai pada masyarakat dan masyarakat paham serta menjadikannya kebiasaan baru. (*/hdl)