Uji Klinis Vaksin Covid-19 di Dukung DPR

Muhammad Oksan
Muhammad Oksan | Nasional
oleh
Anggota Komisi IX DPR RI FPAN, Intan Fauzi. (Foto: Istimewa)

yang sedang dalam uji klinis fase III oleh Bio Farma diharapkan menjadi solusi untuk mengatasi pandemi , pun pada prinsipnya mendukung untuk kepentingan rakyat. Hal itu seperti dijelaskan oleh Anggota Komisi IX RI FPAN, Intan Fauzi.

“Setiap kebijakan pemerintah yang pro rakyat, sudah pasti didukung melalui politik anggaran di . Demikian juga dengan uji klinis .

Pemerintah sendiri, telah mengalokasikan dana sebesar Rp695,2 triliun untuk percepatan penanganan Covid-19 untuk pemulihan ekonomi nasional dan kesehatan Rp87,5 triliun,” tegas Intan dalam dialektika demokrasi “ Covid: Masalah atau Solusi?” bersama anggota Komisi XI DPR RI FPKS Anis Byarawati, Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia/IAKMI Hermawan Saputra, dan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena di Kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (23/7).

Baca Juga  Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan di Hari Selasa

Intan mengungkapkan anggaran tersebut pemanfaatannya harus tepat sasaran. Dimana setiap rupiah, setiap uang pajak rakyat yang disetor ke APBN harus digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Tapi, serapannya masih rendah.

“Realisasi per 1 Juli 2020 masih sebesar Rp127,4 triliun atau setara dengan 18,3 persen dari alokasi total dukungan fiskal penanganan Covid-19 sebesar Rp695,2 triliun. Hal itu lantaran tidak punya konsep yang jelas dalam mendesain program kerja,” ungkapnya.

Baca Juga  Daftar Produk Kurma Asal Israel yang Diharamkan MUI

“Bahwa vaksin memang solusi untuk atasi pandemi corona ini,” tambah Intan.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena juga mendukung uji klinis vaksin tersebut, karena vaksin itu sangat ditunggu-tungguh oleh masyarakat Indonesia khususnya, dan dunia pada umunya untuk membunuh covid-19 tersebut.

“Jadi, kerjasama dengan siapapun Bio Farma sebagai BUMN yang mempunyai reputasi dan berpengalaman, selama 6 bulan ke depan atau awal tahun 2021 diaharpkan berhasil menjadi vaksin covid-19,” ungkapnya.

Baca Juga  Prabowo Ingin Biaya UKT Ringan Bahkan Gratis, Nadiem Makarim Bakal Didepak dari Menteri?

Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Indonesia/IAKMI Hermawan Saputra, meminta uji klinis vaksin tersebut dilakukan secara diam-diam atau silent. Bukan dipublis dan gegabah. Sebab, kalau salah bisa menjadi bumerang.

“Sehingga pemerintah dan pihak terkait harus belajar dari kasus-kasus sebelumnya agar tak membingungkan masyarakat,” tutur Hermawan. (lintaslampung)